Ke Psikiater menggunakan BPJS

 Tanggal 13 Juni 2022 aku memutuskan untuk memeriksakan diriku ke Psikiater. Sebelum memutuskan ke Psikiater aku terlebih dahulu konsul ke Psikolog mengenai keresahan yang aku rasakan semenjak tahun 2021. Cukup lama memang, dan aku merasa makin lama makin menjadi. Seperti aku sering menangis, merasa hampa, ingin menyakiti diri, menarik diri dari lingkungan sekitar, dan lain lain. Awal mula aku mencoba konsul ke psikolog pada bulan Mei 2021. Aku mendapat solusi dan arahan agar pikiranku lebih terkendali. Lalu konsul keduaku pada bulan September 2021. Dari konsul kedua ini juga aku diberi masukan dan arahan untuk mengatur nafas, melakukan hal yang lebih produktif, dll. Namun pikiran-pikiran buruk tetap saja datang, dan menguras energiku. Lalu dengan segala pertimbangan aku memutuskan untuk konsul lagi ke psikolog melalui aplikasi HaloDoc, sebelum benar-benar melakukan pemeriksaan ke psikiater.

Psikolog yang aku hubungi di HaloDoc menyarankan aku untuk ke psikiater karena sudah hampir satu tahun keresahanku belum berakhir. Jujur aku langsung menangis saat itu.

"Haruskah aku ke psikiater?

"Apa aku cuma ikut tren?"

" Apa mungkin aku kurang ibadah saja?"

Pikiran-pikiran itu selalu saja muncul. Dan akhirnya aku memutuskan untuk ke psikiater menggunakan BPJS yang aku punya.

Step by step yang aku lakukan untuk konsul ke psikiater menggunakan BPJS



Jadi langkah pertama aku mendaftarkan diri ke poli umum melalui aplikasi JKN Mobile. Kenapa aku mendaftar melalui JKN Mobile? Karna aku takut mendapat banyak antrian dan biar praktis saja. Kalian bisa juga langsung ke faskes 1 dan memberitahukan keluhan yang kalian rasakan. Di aplikasi JKN Mobile ini, aku cantumkan di bagian keluhan bahwa aku meminta rujukan ke poli jiwa. Namun dikarenakan faskes 1 tempat aku berobat tidak ada poli jiwa, pasti nanti aku akan dirujuk ke RS terdekat yang aku pilih. Kalian bisa cari tahu terlebih dahulu ke RS atau ke dokter mana yang kalian pilih.

Di faskes 1 ini aku tidak membawa berkas fotokopi KK, atau KTP. Cukup datang di waktu yang sudah ditentukan dan membawa kartu BPJS serta KTP asli untuk berjaga-jaga. Setelah melalui prosedur seperti mengukur tensi dan administrasi, barulah aku bertemu dengan dokter umum di faskes 1. Jujur aku takut di judge karena aku membaca beberapa pengalaman orang lain yang di judge sama karyawan dan dokter di faskes 1. Tapi berumtungnya dokter yang aku temui sangat baik dan memberi support serta saran agar aku segera pulih. Aku cukup menceritakan apapun yang aku rasakan kepada dokter. Setelah dokter memberi diagnosa, barulah aku mendapat rujukan ke RS yang aku pilih atau RS yang direkomendasikan oleh dokter.

Setelah mendapat surat rujukan, aku sarankan kalian datang ke RS atau klinik rujukan 1 jam sebelum jam prakter dokter. Karena pasti kalian harus melakukan administrasi ke RS atau klinik rujukan tersebut. Kalian bisa menyiapkan fotokopi KTP atau KTP asli ke bagian administrasi. Oh ya, untuk RS yang aku datangi ini aku harus melakukan janji dulu dengan dokter yang berangkutan, jadi sebelum ke RS aku sudah mendaftarkan diri ke web RS yang aku tuju. Jadi appointment ini berbeda dengan appointment administrasi tadi. Tapi kemungkinan beda faskes akan berbeda alurnya.

Setelah mendaftar administrasi, lanjut aku menuju poli jiwa dan menunggu giliran aku konsul. Cukup lama memang karena banyak pasien lain yang konsul ke dokter yang bersangkutan. Hingga giliran aku konsul, aku gugup karena aku tidak tau mau mengatakan apa. Tapi beruntungnya dokter sangat pengertian dan menanyakan berbagai pertanyaan untuk mendiagnosa apa yang aku alami. Kemudian dokter meresepkan obat untuk 1 minggu kedepan. Dokter berpesan mungkin akan sedikit pusing karena aku harus beradaptasi dengan obat yang aku minum.

Setelah mendapat resep dan berkas untuk konsul, aku segera menuju farmasi untuk menebus obat yang sudah diresepkan. Tidak ada biaya apapun selama proses berobat ini. Jadi untuk teman-teman yang mungkin masih ragu dan takut untuk berobat, jangan takut dan mungkin dengan ke psikiater atau ke psikolog akan membantu masalah yang kalian hadapi.

Dan jangan self diagnose ya! Semangat!

Komentar

Check This Out!